Minggu, 12 April 2026

Alas dan Bantal

Tidak tampak lagi sebagai buah,

Warna aslinya pun tidak,

terpisah dari kulit dan bijinya,

bungkus telah menutupi

rabaan akan kumpulan serat itu

tidak sedikitpun menyisakan

bagian yang keras

bagian yang akan menyamankan

seluruh badan hingga kepala,

bukit-bukit tempat asalnya tumbuh

dikisah pernah mnenjadi nyanyian,

kenangan akan bunga-bunga indah

yang terbawa dalam mimpi,.....

Melewati batang-batang kekar 

sebagian bungkus batang dilepaskan

menyambung cerita petualangan

mengisah tulang-tulang yang kembali

menyatu oleh dekapan musim dingin....

Masih menyisa lagi

Buah bibir akan alas dan bantal

tempat baringnya dalam memadukan nada...

pengiring yang katanya menambah dan juga

membumbui perjalanan akan lakunya yang diam....

tanpa laras dan senjata yang dikenali lagi ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lewat Kata... Kemudian

Minum teh Cah edan bilang asu Asu get di kubangan kerbau Anu mas ini sebenarnya susu Lagi-lagi gemblung menipu lidah Jelas-jelas teh dibilan...